Thursday, March 3, 2011

Danaunya di Langit

 

450_o

I

Danaunya di langit,

aku membawa nestapa pedih ibu jadam

yang menulari planet dan gugus bintang,

kelam dan samar.

Mataku menatap kelabu yang abu-abu,

kini mata air meluncur dahsyat,

hatiku tersayat pabila lidah ibuku

digewangi pedang mata tujuh puluh tujuh,

pukau apa memukau gembala sepulau,

danaunya di langit,

kini menggeliur air terjun jiwa yang remuk.

 

II

Adapun kilat yang membelah senja membelah

lindap kasih petualang,

apakah gerangan cinta hanya melekat sebentar di bibir,

danaunya di langit dan kini sengit dalam tamadun

separuh jadi.

"Adakah gila bagimu tuan, bahasa tak mengenal bangsa?"

Hai, hai si anak sudah tak merasakan harum kasturi

nenek moyangnya, cinta tak berbekas, hanya pandangku

remuk redam.

 

III

Dan mukjizat, doa habaib

danaunya di langit pertama,

kata dan kata yang bersatu,

ayat dan ayat yang terjalin dalam

rangkaian hikayat dan rubaiyyat,

syair dan pantun, seloka dan talibun.

Danaunya di langit,

dan ada gerimis yang kelak menjadi badai

dan taufan mengamuk,

merongrong tonggak adab,

nescaya firasat bulan dan pandang mata

menjebak sejarah

"siapa yang biadap pada rohnya?"

Danaunya di langit, danaunya, danau!

 

-Kemala-

 

del.icio.us Tags: ,,

1 comment:

  1. I think people just don't like copy and paste to read of. How about you give some explanation about this poem?

    ReplyDelete

Baca yang ni jugak!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Iklan. Sila Klik di Sini Untuk Bagi Saya Duit!